Saturday, January 19, 2019

Log 13 : Late Late Sayonara

Kita sudah masuk 2019, dan banyak hal sudah terjadi di 2018 membuat kita sadar, kemudian berpikir, kalau setahun itu berlalu demikian cepat.

Mungkinkah terulang? Bisa saja, tetapi pun berulang pastinya tidak pernah akan sama.

Belakangan ini menyambut 2019, di bulan terakhir tahun 2018 lalu, Google Indonesia merilis sebuah video singkat berdurasi sekitar 2 menit. Video itu berisikan sejumlah cuplikan informasi, dari macam-macam peristiwa yang sudah terjadi sepanjang tahun 2018. Year In Search 2018 judul videonya.


Video ini dibuka dengan penegasan, bahwa dalam setahun terakhir 2018, manusia mencari informasi-informasi yang baik, yang diharapkan terus belanjut. Selain itu video ini juga diawali dengan adegan seorang ibu berbicara pada anaknya yang masih kecil, Alex Denman, yang menderita tuli pada saat kelahiran.

Alex merespon suara ibunya menjadi kekuatan utama video Year In Search 2018, yang selanjutnya rangkaian video-video menyentuh bersama lagu latar yang bersemangat, benar-benar mampu menarik minat menyaksikan video ini sampai tuntas.




Video ini punya dua versi, yakni global dan versi Indonesia. Keduanya punya konsep dan durasi yang sama, tidak ada perbedaan signifikan. Meski video Year In Search 2018 lebih disesuaikan dengan apa saja yang dicari oleh para warganet di Indonesia.

Menyaksikan kedua video ataupun salah satunya, Google seakan tahu betul bagaimana setahun belalu begitu cepat, dan kita membutuhkan pengingat untuk mengapresiasi seluruh pencapaian kita.



Mengapa Kita Butuh Year In Search 2018?


Dunia ini sudah begitu letih menyaksikan hal-hal yang hanya menonjolkan kekerasan, perang, seteru ataupun informasi-informasi yang tidak tepat, yang cenderung punya konten tidak baik.

Setiap kali resolusi dimulai, tidak pernah ada dalam sebuah resolusi untuk mencapai hal yang tidak memajukan, atau harapan yang baik yang akan diraih di tahun ini. Meskipun begitu, dalam mencapai hal-hal yang baik kita butuh dorongan dan semangat. Kita pasti mencari dorongan dan semangat itu.

Sementara saat ini dunia punya cara-cara baru dalam mencari, menggunakan internet sebagai media untuk mencari informasi dan inspirasi, guna memotivasi kita mencapai yang terbaik, maka Year  In Search 2018 sangat dibutuhkan.

Year In Search bisa jadi upaya mengapresiasi masa lalu untuk masa depan. Bahwa kita pernah baik, dan kedepannya akan mencapai yang lebih baik.

Apa kamu sudah siap mencapai hal-hal terbaik di tahun ini? Selamat tahun baru 2019. (Redakturgalak)

Friday, December 21, 2018

Log 12 : Google Keep, Aplikasi Terbaik Untuk Mencatat

Balikpapan - Mungkin tidak semua smartphone saat ini, ketika kamu membelinya, langsung mendapatkan aplikasi Google Keep. 

Kali ini aku sedikit berbagi pengalaman, tentang Android; Google dan aplikasi pada smartphone, khususnya Google Keep. Karena aplikasi ini buatku, jadi aplikasi andalan untuk berbagai hal.

Sebenanrnya sebelum Google Keep, lebih dulu tahu ada Evernote. Aplikasi ini serupa dengan Google Keep, fungsinya untuk mencatat.


Tetapi Google Keep saat ini, dibandongkan kondisi awalnya, termasuk juga Evernote mula-mula, sama-sama bukan aplikasi yang kebanyakan orang jadi diandalkan, termasuk aku sendiri. Biasanya untuk aplikasi catatan atau note, saya percaya pada bawaan smartphone, misalnya ketika dengan BlackBerry.

Namun menariknya mengulas Google Keep, karena saat ini perubahannya membuat aplikasi yang masuk kategori produktivitas; jauh lebih baik dan andalan dibandingkan Evernote; sehingga menjadikan alasan ditulisnya artikel ini.

Tetapi lantas kalian berpikir, apakah hanya itu alasannya atau, karena Google Keep gratis sementara Evernote tidak? Bukan, gratis tidak menjadi satu-satunya alasan untuk menyukai Google Keep.

Google Keep dan Evernote, aku pilih Google Keep.

Sebelum 2017 seingatku, Google Keep jauh berbeda dari yang kekinian sekarang. Tetapi sekarang lebih asyik digunakan, apalagi aplikasi ini tersinkronisasi dan selaras dengan aku Google Calendar, apabila catatan anda untuk mengingat akan suatu hal.

Google Keep juga memungkinkan anda menyimpan catatan, yang anda buat sebagai susun daftar, yang bisa kamu tandai mana saja tugas poin yang sudah kamu tuntaskan, atau selesaikan. Sehingga kamu jauh lebih pada track ketika mengerjakan atau meriset sesuatu, hingga melaksanakan pekerjaan.

Tindakan ini akan semakin cocok kamu pakai, atau bagi ibu-ibu yang kesilitan mengingat daftar belanja atau urutan resep masakan. Atau kamu yang disuruh mamak belanja, tapi sesampainya di warung lelek kamu lupa, akan belanja apa.


Tetapi sejauh ini buatku sendiri, Google Keep menjadi berguna ketika dipakai, saat berselancar di dunia maya.

Google Keep selalu kugunakan untuk kebutuhan riset tulisan, mengingat materi artikel untuk blog atau vlog, terlebih dengan fitur tagging dan penandaan warna pada catatan di Google Keep, mampu menjaga fokus kita dalam melakukan riset agar tak teralihkan.


Fitur lainnya pada Google Keep adalah catatan suara. Dengan fitur ini, catatan suara kita akan disinkronisasikan, apa ujaran kita ke dalam catatan yang diketik. Ini, tanpa menghilangkan pesan suara yang sudah kamu buat.

Sementara mungkin, kamu adalah sosok yang menikmati kegiatan mencatat dengan cara mencorat-coret, karya tanganmu dapat disesuaikan di dalam Google Note. Meski untuk fitur ini rasanya akan lebih pas, bila smartphone yang kamu gunakan misalnya, Samsung Galaxy Note 9. Karena adanya pena stylus pada smartphone itu.

Sementara bila catatanmu membutuhkan gambar atau foto, Google Keep juga dapat menyimpannya jauh lebih maksimal. Sebab bilamana foto atau gambar yang kamu simpan dalam Google Keep memuat keterangan kata, huruf atau angka, semua informasi itu dapat diimpor menjadi catatan tulisan.


Aplikasi ini memang sebuah keniscayaan kemudahan masa kini, yang tak hanya sebagai mediator kegiatan catatanmu, tetapi juga mampu mengonveersikannya kedalam format word, via Google Document. Sampai-sampai, sekalipun terkesan sederhana untuk kelas aplikasi catat-mencatat, si lampu kuning ini dapat mengolaborasikan ataupun membagikan catatan yang kamu buat, dengan kontak-kontak Google pada akunmu.

Tentu dengan cara ini, proses brainstorming dapat lebih maksimal diwujudkan, sehingga rasanya nggak berlebihan kalau Google Keep memang andalan selain punya tampilan yang ramah, mudah dihubungan ke platform apapun dalam Google (bahkan katanya termasuk wearable device Google), sederhana, multifungsi dan tentu gratis.


Lantas masih berlanjut, sebab pada penggunaan PC dan laptop, Google Keep dapat ditambahkan sebagai fitur pendamping atau ekstensi. Letaknya bila sudah kamu instal pada Google Chrome, ada di kanan atas, tepat setelah tab input alamat website.

Jadi kalau kamu internetan misalnya, terus menemukan hal yang menarik di website, dan kamu berencana untuk nanti kembali membukanya lagi, minta saja Google Keep mengingatnya. Cukup klik ekstensi tadi di Google Chrome. Maka mulai dari tautan dan gambar atau thumbnail website, dan waktu kamu mengaksesnya tersimpan dengan baik. Mudah bukan?


Akibat kemudahan ini, wajar kemudian mendorong preferensi terhadap Google Keep lebih besar, untuk digunakan sebagai aplikasi pencatat atau produktivitas terbaik. Dalam beberapa tayangan tutorial di YouTube, soal Google Keep, kemudahan dan kepraktisannya tak jarang membuatnya hal itu jadi pilihan bagi pengajar dan peserta didik, di era pendidikan berbasis teknologi informasi.

Oh ya satu lagi, artikel ini bukan pesan sponsor Google ya. Toh mengajukan Google AdSense sampai sekarang, aku loh belum direspon (tjurhad). Hahahaaa.. Pedih amat (Redakturgalak).

Saturday, December 15, 2018

Log 11 : Captain Marvel dan Avengers : Endgame, yang meramaikan 2019 selain Pemilu

Balikpapan - Tahun depan pasti jadi tahun terbaik menyaksikan tayangan superhero di bioskop. Terutama karena ada dua kisah superhero Marvel yang paling dinantikan umat dunia, Captain Marvel dan Avengers : Endgame.

Kabar indah dari jagat Marvel ini layak dinantikan, sebab nasib Thanos dan para Avengers akan diketahui disini; Avengers : Endgame.

Sementara saat Avengers : Infinity War, menyisipkan di bagian akhir; Nick Fury dan Agent Maria Hill jadi korban kehancuran dunia berkat jentikan jari Thanos (terimakasih Infinity stones); lantas pager milik Nick Fury selamat dalam adegan itu menampilkan, Nick rupanya berhasil mengirim pesan meminta pertolongan, rescue; dari lambang yang muncul, kita sangat yakin pertolongan akan datang dari : Captain Marvel.



Buat yang masih bertanya-tanya kapan tahun depan tepatnya, kedua film itu tayang di bioskop-biskop kesayangan, yakni 8 Maret 2019 untuk Captain Marvel dan 26 April 2019 untuk Avengers : Endgame.

Sempatkan baca tulisan populer lainnya, tentang Crazy Rich Surabayan.


Kami juga punya tulisan lain mengenai komentar Ketua PSSI soal Wartawan Baik.


Buat kamu warga Balikpapan, kita orang-orang yang beriman

 
Meski agak aneh juga rasanya, mengapa harus lebih dulu tayang Captain Marvel menyusul Avengers : Endgame. Maksudnya, ya memang banyak dan hampir semua meyakini, ada keterkaitan erat antara Captain Marvel dengan Avengers : Endgame. Mengingat adegan post credit title di Avengers : Infinity War, sedikit mengulas Captain Marvel yang akan besar kemungkinannya berkaitan, dengan Avengers kedepan.

Captain Marvel dan Avengers : Endgame bakal apik, beberapa isu mewarnai kedua film itu diantaranya spekulasi yang menarik, kalau Avengers : Endgame akan jadi penampilan terakhir Chris Evans sebagai Steve Rogers alias Captain Amerika (yang akan digantikan John Cena), hal ini merunut kemungkinan terbaru bergabungnya Captain Marvel di Avengers kelak.

Tak hanya itu, dari cuplikan video trailer Avengers : Endgame, ikut diisukan kalau Captain Marvel, akan menjemput Tony Stark yang terombang-ambing di lautan galaksi bersama Nebula (adik Gomora yang setengah robot itu). Dalam cuplikan Tony Stark terlihat putus asa, berada di dalam pesawat ruang angkasa milik Star Lord, Milano; sambil mengirim pesan ke Miss Potts (Pepper Potts, tunangan Tony Stark).


Spekulasi dalam adegan ini, usai Tony Stark mengirim pesan katanya, pesan itu adalahsinyal bantuan yang dipancarkan pakaian Iron Man miliknya. Berharap ada yang menangkap sinyal tersebut di jagad raya galaksi yang luas dan sepi. Pertama, Captain Marvel bisa jadi menangkap sinyal itu (secara kekuatan Captain Marvel paripurna), kedua, Miss Potts yang menangkap sinyal itu.

Kamu pilih mana? Kemungkinan besar memang Captain Marvel, tetapi kalau melihat adegan akhir di Avengers : Infinity War, sinyal bantuan dikirim juga oleh Nick Fury. Bagaimana bisa Tony Stark menirim sinyal dari Iron Suit lantas ditangkap Captain Marvel? Sementara Nick Fury memanggil Captain Marvel dengan pager "khusus" milik Nick.




Sebuah kiriman dibagikan oleh Marvel Studios (@marvelstudios) pada


Bergeser dari dugaan tentang bagaimana kaitan kehadiran Captain Marvel di Avengers : Endgame, kejutan lain dari festival jagoan Marvel Cinematic Universe (MCU) nanti, juga ada pada Ant Man dan Hawkeye Ronin. Mereka memang ketahuan absen, yang kemudian membuat publik penasaran.

Untuk Ant Man sendiri, masih dalam cuplikan Avengers : Endgame, adegan Scott Lang hadir dengan van miliknya di depan pintu markas Avengers. Van itu diperkirakan membawa Quantum Tunnel, alat yang digunakan Ant Man, dalam Ant Man and Wasp untuk masuk ke dalam Quantum Realm.

Ya, Quantum Realm, dimana Doctor Strange dalam filmnya sebelum Avengers : Infinity War, melawan Dormamu disana: penghuni Quantum Realm.



Tetapi disebut juga kaitan antara Quantum Realm (Quantum Tunnel) yang dimiliki Ant Man dan Wasp ini di Avengers : Endgame, melalui 14 juta kemungkinan yang disebut Doctor Strange ketika melawan Thanos bersama The Guardian Galaxy, Iron Man, Thor dan Spiderman sebelum pertempuran di Wakanda, hanya ada 1 kemungkinan yang perlu mereka lakoni untuk mengalahkan Thanos? Sangat mungkin selama ini yang mereka mainkan adalah pertempuran yang telah diprediksi Doctor Strange, dan Van berisi Quantum Tunnel itu mungkin salah satunya.

Baca juga siapa saja superhero Avengers yang tidak hadir di Avengers : Infinity War.


Sementara Hawkeye Ronin, pada teaser Avengers : Endgame muncul menggunakan samurai, menyebut perubahan dirinya ini dampak dari jentikan jari Thanos yang melenyapkan setengah penduduk bumi, termasuk keluarga Hawkeye, hingga mendorongnya menjelma menjadi Ronin.



Nah, Captain Marvel bagaimana? Kabar yang beredar di jagad maya, mengisahkan spekulasi kalau, keterkaitan Captain Marvel ada pada kisah Ant Man dan Wasp.

Wasp adalah Janet van Dyne, istri dari Hank Pym, dan ibu dari Hope van Dyne; kedua terakhir adalah sosok yang mengenalkan Scott Lang menjadi superhero Ant Man.

Wasp terjebak di Quantum Realm, dan Quantum Tunnel yang Hank Pym ciptakan digunakan membawa kembali Wasp, dari sana. Konon kondisi serupa dialami oleh Captain Marvel, kalau dirinya juga terjebak di Quantum Realm. Sehingga dalam potongan adegan Captain Marvel yang menjadi trailer, tampak Captain Marvel seperti sedang mencari identitas dirinya.

Infografik Jadwal Krusial Pemilu 2019 dan release date Captain Marvel dan Avengers : Endgame.


Nah, kedua-duanya ini yang hadir pada Maret dan April 2019, bakalan jadi pengobat suasana hati kamu, yang panas dingin akibat Pilpres 2019. Tapi tetep ya guys, jangan lupa nyoblos 😂😂😂 (Redakturgalak)

Tuesday, December 4, 2018

Log 10 : Nikah Cuma 10 M, Horang Kayah Mah Bebas!!



Balikpapan - Minggu (12/2) seperti manusia milenial pada umumnya, handphone adalah yang utama dicari sebelum semua aktivitas bergulir. Banyak hal menarik di dunia maya; di dalam genggaman informasi dan tren menjadi sayang untuk dilewatkan.

Benar saja, lewat deret informasi di Google Trends misalnya, Reuni 212 seperti yang sudah bisa diduga, bercokol di pencarian teratas.

Namun jelang siang hari dengan mengubah pencarian di Twitterland. Tagar berbunyi #AndaiNikahku10M kejar-mengejar dengan #ReuniAkbar212 membuatku sedikit tersenyum dan tertawa receh penuh makna, "gila netijen" berujar dalam hati sambil geleng-geleng.

Gimana tidak gila, hingga pukul 22:00 WITA, #AndaiNikahku10M berada di puncak pencarian teratas Twitter, setelah #PersijaDay (btw, selamat Macan Kemayoran!) dan #ReuniAkbar212 berganti; melorot.

Tak hanya membuatku heran, lengkap juga penasaran. Iman tergoda menelusuri  #AndaiNikahku10M dan hypenya yang luar biasa. Saya menemukan ini:



Itu adalah video pertunangan antara Jusup Maruta Cahyadi dan Clarissa Wang, ya video pertunangan. Warbiyasak ya man-teman.

Nah rupanya dibalik kehebohan #AndaiNikahanku10M itu, rangkaian foto pre-wedding di 5 benua, dan lamaran di Macau, semua adalah hasil kebahagian dua insan dimabuk asmara ini: Jusup Maruta Cahyadi dan Clarissa Wang. Adalah orang tajir melintir yang konon berasal dari kota Pahlawan, Surabaya.



Tahu dong #CrazyRichAsian film drama komedi romantis yang berhasil merebut hati pirsawan? Nah menengok Indonesia, Jusup Maruta Cahyadi dan Clarissa Wang konon, dianggap sebagai perwujudan #CrazyRichSurabayan alih-alih #CrazyRichAsian sesungguhnya.

Dalam video pertunangan itu, tergambar kisah keduabelah pihak menuju jalan saling bertaut. Mobil-mobil yang menatapnya saja membuatku yakin, 10 atau 20 tahun lagi kedepan, belum tentu ada di garasi rumahku, apalagi kamu. Hahahaa..~


Apalah daya kita yang missquen ini sodara.



Any who, digdaya perbincangan di linimasa soal Jusup Maruta Cahyadi menikahi Clarissa Wang itu menaikkan kembali tagar #CrazyRichSurabayan di Desember ini.

Sebelumnya popularitas tagar itu muncul menyusul tanggal liris dan peluncuran film #CrazyRichAsian di Indonesia, September 2018.

Melalui Tweetdeck, aku coba mempersempit pencarian tagar #CrazyRichSurabayan bersamaan dengan jadwal rilis #CrazyRichAsian yang menurut pencarian Google, adalah September 2018. Sementara artikel Tribun menyebut 11 September 2018.

Hasil penyempitan hingga 31 Oktober 2018 memunculkan euforia #CrazyRichSurabayan dipicu falcon publishing; penerbit buku yang berencana mengantarkan ke layar lebar, novel dengan judul tagar yang sama, meski mengklaim punya kisah berbeda dengan #CrazyRichAsian; lantas diikuti aneka tweet netijen yang mahadahsyat, menggugah selera tawa anda kayak begini:
Nah, dari penyempitan itu, salah satu akun Twitter berusaha mengisahkan #CrazyRichSurabayan berdasarkan persepsinya. Akun dengan id @stupiditySilent ini menyimpan seluruh ocehannya dalam tagar tersebut, turut meramaikan jagat Twitter, demikian juga para Twitter Army lainnya, simak berikut ini:






Pernikahan jadi viral, ayahanda turun tangan


Dari gegap gempita pernikahan #CrazyRichSurabayan ala Jusup Maruta Cahyadi dan Clarissa Wong, juga tersiar kabar bujet yang dialirkan kesana ber-trliunan Rupiah. Saking hebohnya disebut, kalau pernikahan itu gunakan kotak musik sebagai undangan. Lah, aku yo terima undangan kertas semua, koplak!

Sementara untuk suvenirnya yakni koin emas, dan ada doorprize mobil Jaguar juga katanya. Tetapi semua itu ilusi, meski biaya pernikahan konon, "cuma" Rp10 miliar saja.



Untuk itu keluarga Cahyadi yang gerah, menganggap sejumlah pemberitaan telah miring dan melenceng, langsung menggelar jumpa pers. Klarifikasi dilakukan demi meluruskan segala yang salah. Ini pasti gara-gara wartawannya tidak baik, hayaahh!

Bahkan di salah satu televisi swasta dalam sebuah program showbiz, klarifikasi itu diperjelas kembali.



Hanya saja sulit untuk tidak mengakui, rangkaian pernikahan itu memang mewah adanya. Tak bisa dipungkiri. Dilaksanakan di Bali, tepatnya di Grand Ballroom, The Mulia, Mulia Resort & Villas, Bali; dimana tarif nginapnya gajiku 2 bulan. Satu lagi: presenter kondang Choky Sitohang didaulat memandu acara. Hmm.. nikahan di kampung-kampung mah mentok-mentok biduan rangkap MC.



Adalagi penyanyi dunia yang lagi naik panggung, Calum Scott merupakan salah satu artis internasional yang pengisi acara, selain MLTR. Duh! Sementara sebelumnya di acara pertunangan, Raisa sudah lebih dulu diminta nyanyi Could It Be Love.

Tapi ya mau dibilang apa? Pernikahan mewah itu sudah terlaksana. Sekalipun kemewahan itu juga menimbulkan perdebatan. Terlepas bila ada maksud pamer kekayaan didalamnya; benar juga sih, kenapa jadi patut menghabiskan energi pada keadaan itu?

Aku sih hanya bisa kasih selamat lewat tulisan ini. Bagaimanapun mewahnya buatku, itu kemawahan yang pantas, tetap romantis dan suci.

Bukan hanya Jusup Maruta Cahyadi dan Clarissa Wong, yang mahal pernikahannya se-abreg, pun berbiaya murah sekalipun semuanya selamat menikah. Dan percayalah, mahal murahnya pernikahan tetap sakral.

Hanya memang kondisi saat ini entah mengapa, aduhai sulit untuk tidak kanan atau kiri; atau benar apa salah. Tiba-tiba saja kita diperadukan dan dicobai hal-hal gila. Padahal ya, memang apa salahnya dengan pernikahan kedua orang tajir melintir ini? Coba kalo Rp10 M ini ceritanya pernikahan LGBT, apa nggak tambah cenat-cenut. (Redakturgalak)

Saturday, December 1, 2018

Log 9 : Uang Kertas Tahun Emisi 1998 dan 1999 Segera Dicabut, Tukarkanlah

Balikpapan - 25 November 2018 lalu Bank Indonesia mengingatkan kita, kalau beberapa nominal mata uang tahun emisi 1998 dan 1999 tidak lagi bisa digunakan tahun depan. Iya, 2019.

Disadur melalui Liputan6.com uang tersebut adalah nominal Rp10.000,- Rp20.000,- dan Rp.50.000,- terbitan tahun 1998. Hal yang sama juga berlaku untuk uang Rp100.000,- tahun emisi 1999.

Keempat mata uang itu bisa saja diantaranya masih anda simpan, atau memang seluruhnya masih lengkap mengisi ruang dompet anda, celengan, hingga mungkin di bawah tilam tempat anda tidur dan beristirahat.

Tetapi jangan berlama-lama ya anda menyimpannya, seperti sudah disebutkan, karena tahun depan keempat sekawan berhala itu tak lagi menempati kesudian, bahkan di laci kembalian emak-emak penjual gorengan dan es teh. Kecuali kolektor uang langka, atau pembuat seserahan. Segera tukarkan.


Iya, begitulah kira-kira bunyi imbauan yang belakangan disuarakan Bank Indonesia, salah satunya melalui Instagram. Segera tukarkan.

Uang Penanda Zaman, Enak Siapa?


Tetapi bila lantas berpikir, mengaitkannya dengan politik perihal penukaran keempat uang Tahun Emisi (TE) 1998 dan 1999 itu, sebab tak lagi berlaku di tahun 2019 mendatang, sih lumrah saja. Toh pendapat.

Bicara soal pencabutan uang berdasarkan Tahun Emisinya, paling fenomenal adalah uang terbitan Bank Indonesia tahun 1993, yang memuat gambar mantan Presiden Soeharto.

Uang ini sudah tak lagi berlaku.
Uang ini rupanya punya persepsi yang buruk, selain sudah pada ditarik dari peredaran. Contohnya ada pada artikel berita ini, yang mengulas respon masyarakat setelah 20 tahun pasca reformasi, terhadap mata uang Rupiah yang memuat gambar mantan Presiden Soeharto.

Tetapi meski sudah ditarik, sosok mantan Presiden Soeharto memang tidak bisa lekang oleh waktu, selalu seru untuk dibahas. Perdebatannya juga kian hangat jelang Pilpres 2019, dimana kubu Calon Presiden Nomor Urut 01 dan Calon Presiden Nomor Urut 02; Joko Widodo kontra Prabowo Subianto, punya persepsi yang bertolak belakang memaknai sosok Bapak Pembangunan itu.



Di artikel lainnya, sosok Soeharto begitu rupa dibahas BBC Indonesia. Media pemberitaan asing ini mengupasnya, dari sisi pihak-pihak yang dirugikan dan berseberangan dengan ayahanda mantan Menteri Sosial RI ke-23 ini, termasuk bagi mereka yang mengagumi Soeharto seperti Suprobo (63); pedagang pakaian di Coyudan, Solo.

Menariknya, di dua tempat berbeda yang hanya terpisah jarak sekitar 65 Kilometer itu, Yogyakarta dan Solo adalah tempat spesial bagi sosok seorang Soeharto.

Bagaimana tidak? Di Yogyakarta, tepatnya Dusun Kemusuk, Bantul, berdiri Museum Soeharto; yang menurut keterangan Kepala Museum setempat selalu dikunjungi oleh ragam orang, bahkan diantaranya sosok ternama seperti mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto. Orang-orang kemari merasakan nostalgia yang unik, dan tak jarang menangis sesampainya di pelataran Gedung Atmosudiro.



Itu baru di Museum Soeharto, beranjak ke Solo-Karanganyar, pemandangan berbeda dan pengalaman yang khas juga didapat. Di sini berdiri makam Keluarga Besar Cendana, Soeharto bersemayam disana sejak wafat 27 Januari 2008.

Pengagum Soeharto memanjatkan doa di makam Keluarga Besar Cendana, di Astana Giribangun, Solo-Karanganyar; Foto : Fajar Shodiq.
Di saat haul Soeharto, makam ini kerap ramai dikunjungi. Sebagai obyek wisata sejarah, Astana Giribangun, manfaat yang dihadirkan Soeharto sekalipun telah wafat masih bisa dirasakan, terutama bagi pelaku usaha kecil; lebih spesifik pedagang suvenir.



Seakan bisa ditebak, suvenir kaos bergambar Soeharto tersenyum layaknya menyapa, ditambah kalimat andalan yang menanyakan kabar alih-alih membandingkan betapa enaknya hidup di zaman Soeharto, paling laris manis. Bahkan itu setelah 10 tahun wafatnya.

Mojok emang paling bisa!!

Disparitas Zaman


Sebenarnya membingungkan juga, mengapa sosok Soeharto begitu dibenci tetapi juga dicintai. Namun dari ragam artikel berseliweran di jagad maya, saya berkesimpulan ada disparitas. Ada jurang zaman antara yang hidup dan merasakan penuh era Orde Baru dan setelahnya atau reformasi.

Reformasi sendiri seperti banyak dikisahkan dimotori angkatan muda, yang merasakan betapa terkungkungnya zaman Soeharto kala itu. Segala tindak-tanduk, opini dan gerakan yang mengkritisi Pemerintah adalah salah satu hal, yang paling berbahaya dilakukan saat itu.

Media massa juga tak putus jadi bulan-bulanan rezim Soeharto, kala dikritik. Lewat Menteri Penerangannya yang fenomenal, Harmoko misalnya, Tempo, Tabloid DeTik dan majalah Editor ditutup sebab memberitakan dugaan mark-up pembelian kapal perang, dimana Habibie, negosiator pembelian kapal perang saat itu sempat menegur Harmoko meski sudah terlanjur ketiga media tersebut ditutup; aku Harmoko.

Ditambah lagi, sebagai puncaknya, 2 tahun sebelum bergantinya abad menjadi milenium, 1998 adalah masa yang paling berat bagi Indonesia yang ekonominya runtuh. Apa-apa mahal dan menjadi sulit untuk dibeli, kondisi ekonomi jadi begitu berbelit dan menyusahkan, mendorong upaya penggulingan Soeharto dari tampuk kekuasaan sebagai Presiden RI selama 32 tahun (puas banget ya).

Tetapi kalau saya, tentu tidak ingin kembali ke zaman itu, Orde Baru. Kalau ditanya kenapa, ya kebebasan itu mahal bung!

Memang ragam penuturan angkatan tua yang menyatakan, jauh lebih stabil era Soeharto, keamanan terjamin. Sayang konsekuensinya sangat besar, yakni mengorbankan kemerdekaan. Eman-eman mencapai kemerdekaan lah, malahan dijajah kawan sendiri.

Apalagi melihat pekerjaan saya sekarang ini sebagai redaktur, dan fakta pembredelan media di era Soeharto bila tidak memuat informasi yang kritis terhadap Pemerintah, duh saya pasti kualat karena telah menjadi wartawan yang tidak baik. Hehee .. ~

Lantas Uang Ini Sebaiknya Gimana?


Penarikan keempat uang Tahun Emisi 1998-1999 itu, punya dasar, yakni Peraturan BI No. 33/PBI/2018, yang bisa anda simak lebih jelas di tautan ini. Bahwa ketentuan itu telah berlaku sejak 2008, atau masa Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sementara itu untuk nominal yang sama pada masing-masing uang, namun dengan Tahun Emisi yakni 2005, dijelaskan pada FAQ Bank Indonesia, masih berlaku bagi alat pembayaran yang sah.

Dan memang keempat uang itu telah masuk masanya harus ditarik, setelah beberapa waktu lamanya bertahap dilakukan sosialisasi. Jadi segeralah terbiasa.

Nah nah.. untuk anda yang masih menyimpan semua uang itu dan berniat menukarnya supaya tetap dapat dibelanjakan, segara menuju Kantor Perwakilan Bank Indonesia terdekat di wilayahmu. Konon batas waktu penukaran hingga 30 Desember 2018, menyusul sehari setelahnya uang itu dicabut dan dinyatakan tak lagi berlaku sebagai alat pembayaran yang sah.

Sekaligus move on bung! Akhiri masa-masa kejayaannya dan kenangan indah yang masih melekat antara kamu dan emak-emak penjual gorengan, waktu ngasih kembalian beli tempe dan pisang goreng yang sekarang nggak setipis dulu. Meski masih penak toh!! (Redakturgalak)

Lihat juga

Unggulan

Log 13 : Late Late Sayonara

Kita sudah masuk 2019, dan banyak hal sudah terjadi di 2018 membuat kita sadar, kemudian berpikir, kalau setahun itu berlalu demikian cepat...